31 Maret 2016 | dibaca 6.002 kali

Jadilah Pilot Dalam Pengembangan Karir Anda Sendiri

Jadilah Pilot Dalam Pengembangan Karir Anda Sendiri

Waktu saya di Bandung minggu lalu, ada yang bertanya ke saya tentang bagaimana perusahaan harus mendevelop career path bagi karyawan-karyawannya. Dia menanyakan bagaimana sebaiknya perusahaan menggambarkan jalur karier yang berbeda untuk setiap posisi (jabatan ) di perusahaan tersebut.

Well, pertanyaan ini mungkin sangat relevan sekitar 20-30 tahun yang lalu. Karena yang terjadi sekarang adalah hampir tidak mungkin bagi perusahaan untuk menggambar jalur karier untuk ribuan posisi yang ada di perusahaan tersebut. Kita harus berpikir sebaliknya. Karyawanlah yang harus menjadi pilot untuk pengembangan karirnya sendiri.

Saya mengenal begitu banyak CEO dan orang orang yang sukses dalam bisnis. Dan ada satu kesamaan di antara mereka. Tak satu pun dari mereka bergantung pada orang lain untuk mengembangkan karir mereka sendiri. Mereka tidak bergantung pada perusahaan mereka. Mereka tidak bergantung pada manajer mereka. Mereka tidak bergantung pada bagian SDM mereka. Mereka mengambil alih pengembangan karir mereka. Dan satu-satunya orang yang mereka andalkan untuk mengembangkan karir yaitu diri mereka sendiri. Mereka harus mengambil jalur karir mereka sendiri.
Lah terus apa fungsinya HR dan manager dong?

Manager menjadi guide, pemandu, yang membantu mengarahkan, meng coaching, dan membantu untuk jaringan agar karyawan mencapai Aspirasi karirnya. HR membantu untuk menyediakan peluang pengembangan yang berbeda dalam membantu karyawan. Kesempatan pengembangan itu bisa melalui pembelajaran Online, pelatihan kelas, sistem pertemanan, pembinaan, pendampingan, reverse coaching, on the job learning, cross functional project, collaborative learning platform, leaders story telling, leadership assessment, multiple perspective feedback, tugas keluar negeri, rotasi jangka pendek, Fokus group diskusi, dan sebagainya.

By the way, did you notice that I have listed more than 15 ways of learning methods.
Berapa banyak metode yang ada dalam perusahaan Anda?

Jadi fungsi HR adalah menyediakan kesempatan pengembangan tersebut. Menjadikan sebagai ala carte menu yang seorang karyawan bisa tinggal memilih mana yang akan dia lakukan untuk mengisi gap kompetensinya agar dapat mencapai aspirasi karirnya.
Tapi ingat HR menyediakan metodenya. Manejernya membantu mengarahkan.
Siapa yang menjadi pemiliknya?
Ya karyawannya sendiri.
Dia yang bertanggung jawab atas karirnya.
Dia yang harus take ownership.
Dan dia sendiri yang harus menjadi pilot jalur karir sendiri.

Apa yang dimaksud disini?
Kalau karirnya nggak maju-maju berarti satu satunya orang yang boleh disalahkan dan dikritisi adalah dirinya sendiri (read: please blaim the person in front of your mirror).
Seringkali, karyawan mengeluh:
- Dalam perusahaan ini karir saya tidak berkembang.
- HR tidak berfokus pada pengembangan talenta.
- Manajer saya tidak melatih saya.

We call this BMW philosophy, Bitching, Moaning and Whining.
Pada dasarnya selalu mengeluh.
Nah, izinkan saya memberitahu Anda. Pemenang tidak pernah mengeluh.
Hanya PECUNDANG mengeluh?
Kamu yang mana? Seorang pemenang atau pecundang?
Jadi, saya berharap sekarang kita mengerti bahwa kita harus menjadi pilot karir kita sendiri.

Lalu, apa peran Anda sebagai karyawan:
1) Atur aspirasi karir Anda sendiri (yang pekerjaan / peran yang ingin Anda lakukan dalam 3 tahun).
2) Diskusikan dengan atasan Anda (dan SDM), berbagi secara terbuka aspirasi karir Anda, bagaimana Anda akan mengembangkan diri, dan tanyakan apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu Anda.
3) Jadilah proaktif. Membuat rencana pengembangan pribadi Anda sendiri, dan memprioritaskan pelaksanaannya.
4) Jagalah diri anda termotivasi dan berkomitmen untuk mencapai aspirasi karir Anda, menghilangkan hambatan (waktu, sumber daya, dukungan ..etc), itu adalah karir Anda, itu adalah hidup Anda, hanya Anda yang dapat mewujudkannya.
5) Mendapatkan penghubung dan membangun jaringan untuk membawa Anda lebih dekat dengan aspirasi Anda.

Apa peran Anda sebagai supervisor:
1) Terhubung dengan karyawan Anda, membangun kepercayaan.
2) Diskusikan tentang aspirasi karirnya, bertanya, mendengarkan, mendukung.
3) Tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu dia mencapai aspirasinya.
4) Bekerja dengan HR untuk memberikan kesempatan pengembangan yang dibutuhkan.
5) Komit waktu Anda untuk mengembangkan (dan pelatih) karyawan Anda. Membuat misi pribadi Anda. Itu mengingatkan Anda, Anda hanya akan berhasil jika Anda dapat membantu karyawan Anda mencapai mimpinya.

Akhirnya ingatlah, ingat, pertanyaan yang paling penting Anda harus bertanya sebagai pemimpin, "Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Anda (untuk mencapai aspirasi Anda)?"

 

 


Penulis :Pambudi Sunarsihanto
Editor :Agung Budi Santoso
Sumber :HR CAFE (HR Community)


perusahaan favorit
PARTNER
kuningan city Binus Career BNCC Vokas UI Art Hotel BART BINUS Center Biznet Dokter ID Karier Binus University Art Hotel Ungu International SOS Gandaria city Universitas Negeri Jakarta Universitas Indonesia
MEDIA PARTNER
Gramedia Majalah Koran Sindo Kompas TV O channel Kompas.com Belum Tau.com Cosmopolitan FM Trax Traxmagazine Cosmo Girl Ok Zone Kontan Kaskus Binus TV SWA Top Career Intisari Bisnis Indonesia Tribun News Provoke KTV Student Job Smart FM Info Puri Tangerang Raya Info Kebayoran Halo Jepang UMN Radio KulCart Sannews MIVO Motion FM ERA FM Malesbanget