Perubahan yang Akan (Selalu) Terjadi

Selasa, 13 Juni 2017 | 00:00 WIB
Perubahan yang Akan (Selalu) Terjadi

Menjadi pembicara yang baik dan dapat menjadi influence kebaikan bagi banyak orang merupakan suatu hal positif. Sebelum dapat menjadi pembicara yang baik, ada baiknya menumbuhkan kemampuan mendengar yang baik (active listening). Menguasai kemampuan active listening merupakan salah satu kunci yang tidak dapat dikesampingkan dalam ilmu komunikasi, dan softskill ini adalah dasar keterampilan bagi seorang pemimpin.

 

Seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, kebutuhan organisasi bisnis juga semakin kompeks dalam menghadapi tantangan yang terjadi, para pebisnis tidak mungkin akan bertahan menjalankan organisasinya apabila tidak ditunjangan dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia di dalamnya. Kemampuan ini tidak hanya bicara level kompetensi hardskill saja namun softskill ternyata sangat berperan sebagai kemampuan dalam mengelola hubungan antar manusia, baik internal customer maupun external customer.

 

Dalam suatu survey yang dilakukan oleh World Economis Forum terhadap kebutuhan skill yang diharapkan para pebisnis, terdapat perubahan top ten skill yang ada saat ini, dan yang dibutuhkan pada tahun 2020 nanti. Salah satu skill yang menjadi top ten saat ini, namun sudah dianggap kurang penting di tahun 2020 yakni Active listening. Lalu yang menjadi top three untuk skill yang dibutuhkan tahun 2020 adalah Complex Problem Solving, Critical Thinking dan Creativity.

 

Perubahan kebutuhan skill ini bukan berarti menganggap kemampuan active listening menjadi suatu hal yang tidak perlu, yang lebih tepat adalah, pebisnis tidak hanya butuh sekedar kemampuan menjadi pendengar yang baik (active listening), tapi butuh tindak lanjut dari apa yang telah didengarkan menjadi kontribusi nyata dalam Perusahaan.

 

Dengan mampu mendengarkan, memahami dan menerima isi pembicaraan yang didengarkan, artinya dapat melihat pemikiran mengenai suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda, mendapatkan pengayaan cara berpikir dan wawasan Pada akhirnya, meningkatkan kemampuan critical thinking, menghasilkan creativity dalam kerangka menjadi jalan keluar atas permasalahan yang terjadi (complex problem solving).

 

Banyak orang menganggap dengan adanya perubahan yang terjadi dapat menjadi ancaman bagi dirinya ataupun organisasinya. Hal ini dikarenakan orang tersebut harus meninggalkan kebiasaan lama/comfort zone menuju kepada perubahan baru yang terkesan ”liar” karena belum menguasainya, artinya butuh effort ekstra untuk penyesuaian diri, yang tentunya pasti ada saja orang yang “segan” berubah. Semoga anda bukan termasuk dinataranya.

 

Mohon diingat bahwa perubahan adalah suatu hal yang pasti terjadi, coba perhatikan saat ini transportasi online menjadi suatu hal yang wajar kita jumpai. Apakah hal ini dapat dihindari? Bagaimana dengan pelatihan mengetik dengan kecepatan 10 jari, apakah masih dijumpai? Dulu setiap mall pasti ada toko kaset, sekarang? Bagaimana dengan membeli pulsa HP, melalui ATM atau ke gerai pulsa? Hal tersebut adalah contoh sederhana dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sama halnya ketika anda berada di dunia kerja.

 

Perubahan Management terjadi silih berganti, perubahan organisasi, perubahan kepemilikan perusahaan, dsb. Kunci utamanya adalah jangan jengah dan antipati terhadap perubahan. Selalu persiapkan diri anda untuk menghadapi perubahan tersebut. Jika perubahan itu diibaratkan halaman sebuah buku, anda harus berada pada halaman selanjutnya agar tidak tertutup ketika halaman “perubahan” tersebut dibalik.

 

@OkaFitrio

Referensikan teman kamu