Koneksi Menentukan Prestasi

Rabu, 14 Juni 2017 | 00:00 WIB
Koneksi Menentukan Prestasi

Siapa bilang dalam bekerja hanya membutuhkan kemampuan fisik ataupun analisis semata?! Ada satu lagi yang nggak kalah penting buat rekan profesional semuanya yang baru saja memulai karir. Ada kemampuan lain yang  penting sekali buat kita. Yakni kemampuan dalam membangun koneksi dan bersosialisasi dengan orang lain/ rekan kerja.

Ternyata, kemampuan menjalin koneksi dan bersosialisasi dengan orang lain sangat krusial. Bahkan, hal ini dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupan. Seorang pemimpin bisnis terkemuka, Antony Jenkins, chief executive dari Barclays Bank prihatin dengan kondisi generasi muda saat ini yang sulit bersosialisasi serta membina koneksi. Bahkan, menurutnya banyak anak muda yang tidak tahu cara bersosialisasi paling mendasar dalam dunia kerja.

Padahal, menurutnya sosialisasi dalam dunia kerja merupakan salah satu kunci kesuksesan tim dalam sebuah perusahaan. Bahkan, Jenkins mengajak kepada para orang tua dan guru untuk mengajarkan kemampuan dalam bersosialisasi. Ada beberapa poin mengapa sosialisasi merupakan hal yang sangat penting dalam dunia kerja. Apa saja hal itu? 

Membina Koneksi dan Sosialisasi Adalah Keterampilan Dasar

Tidak mungkin suatu perusahaan dikerjakan orang sendirian. Dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan secara langsung ataupun tidak langsung akan berhubungan dengan orang lain. Jadi, kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja memang bukan hanya kemampuan analitis ataupun finansial semata. Kemampuan itu adalah berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Seseorang minimal harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain. Sebab, sejatinya hidup ini bukan untuk sendiri. Sejatinya kita adalah makhluk sosial.

Bahasa Non Verbal itu Penting

Bukan tidak mungkin seseorang tersinggung karena tindakan orang lain, termasuk rekan kerja kita. Bukan tidak mungkin karena salah dalam bergaul, kita mengeluarkan tindakan yang dapat menyinggung atau menyakiti hati orang lain. Alhasil, bisa saja kita dibenci. Atau selain sesama rekan, bisa juga bermasalah dengan si bos hanya karena tidak bisa bersosialisasi. Begitu juga bahasa tubuh.

Jenkins menyarankan, seseorang dalam dunia kerja harus memperhatikan cara bersosialisasi mulai tingkat dasar. Misalnya seperti cara bersalaman dan berjabat tangan dengan orang lain. Tatapan mata, menghormati orang lain dengan bahasa tubuh dengan memundurkan pundak saat berjabat tangan. Ataupun menatap wajah dan mata seseorang ketika berbicara yang merupakan tanda kepedulian. Untuk itulah, kita harus menguasai cara berinteraksi dan berbicara dengan orang lain. Jika tidak mau salah dalam cara berinteraksi.

Perhatikan Manusia di Depan Muka Kita, Bukan yang Di Depan Gawai

Siapa sih generasi muda jaman sekarang yang tidak punya akun media sosial? Pasti hampir tidak ada. Jenkins menyarankan, bagi generasi muda untuk tidak terlalu larut dalam media sosial. Menurutnya, meski media sosial adalah bentuk komunikasi yang efektif bukan berarti kita melupakan bahwa kita hidup di dunia nyata.

Dunia nyata adalah kehidupan kita sebenarnya. Jadi, jangan pernah melupakan bagaimana kehidupan nyata kita. Misalnya, berbicara dengan menatap wajah seseorang, melempar senyuman saat disapa atau bercanda saat waktu luang.

Banyak Berinteraksi Banyak Melatih Kepercayaan Diri

Tidak disangka bahwa bersosialisasi itu dapat menanamkan dan memupuk kepercayaan diri seseorang loh. Dengan kepercayaan diri, seseorang akan dapat dengan aktif bersosialisasi dan berhasil bergaul dalam kehidupan. Nah, dunia kerja juga sangat membutuhkan kerjasama. Kerjasama yang baik tentunya dapat memperoleh keberhasilan dan kesuksesan. Dari sosialisasi yang baik, itu menjadi salah satu poin penting utama kehidupan.

Jadi, jangan lupa untuk terus melatih bersosialisasi dan membangun koneksi. Seiring jalannya waktu, koneksi anda mungkin menjadi akses peningkatan karir anda

 

Tim KompasKarier

Referensikan teman kamu