Pekerjaan akan Diganti Robot, Bagaimana Nasib Manusia?

Jumat, 16 Juni 2017 | 00:00 WIB
Pekerjaan akan Diganti Robot, Bagaimana Nasib Manusia?

Pesatnya perkembangan teknologi robot dan kecerdasan artifisial diprediksi bakal menggantikan pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh manusia. Bahkan, banyak pekerjaan di dunia diperkirakan bakal digantikan oleh robotpada tahun 2030. Akibatnya, Jutaan warga masyarakat dikhawatirkan akan kehilangan pekerjaan.

Akan tetapi, para wanita diyakini tidak terlalu berdampak terhadap pergeseran itu. Hal tersebut merupakan hasil studi yang dilakukan perusahaan riset internasional Pricewaterhouse Coopers (PwC). Mengutip CNBC, Senin (27/3/2017), studi tersebut menemukan bahwa 30 persen pekerjaan di Inggris bisa menghadapi otomasi, sementara di AS mencapai 38 persen, di Jerman 35 persen, dan di Jepang 21 persen. Meskipun demikian, para peneliti meyakini bahwa otomasi tidak serta merta berdampak kepada sedikitnya serapan tenaga kerja. Pasalnya, pekerjaan cenderung akan bergeser ketimbang hilang.

Namun, ada perbedaan yang jelas antara pegawai pria dan wanita. PwC mengestimasikan 35 persen pekerjaan pria berisiko digantikan robot ketimbang 28 persen pekerjaan wanita. Ini disebabkan banyaknya wanita yang bekerja di sektor yang membutuhkan keahlian sosial, seperti sektor pendidikan dan kesehatan. Selain itu, pria juga lebih terkonsentrasi pada pekerjaan yang membutuhkan tingkat pendidikan lebih rendah, seperti transportasi dan manufaktur. Pekerjaan laki-laki memang lebih menitikberatkan pada kekuatan otot.  Kepala Ekonom PwC John Hawksworth menyatakan, di masa depan pegawai baik pria dan wanita akan harus lebih bisa menyesuaikan diri. Mereka tidak boleh terjebak dalam stereotipe.

"Ini bisa menjadi kesempatan bagi pria dan wanita untuk mendobrak batasan gender dan menaikkan karier mereka, dengan cara meningkatkan keahlian atau mengakses kesempatan pelatihan," ujar Hawksworth. Akan tetapi, belum jelas apakah perubahan ini bisa memberikan dampak bagi perbedaan gaji karena gender. Data Lembaga Statistik Nasional Inggris menunjukkan, gaji pegawai wanita 18 persen lebih rendah dibandingkan gaji pegawai pria di Inggris pada tahun 2016.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah automatisasi akan menggeser kehidupan masyarakat di Indonesia? Mungkin pertanyaan yang lebih dahulu ditanyakan adalah, apakah masih ada pekerjaan bagi Masyarakat di Indonesia pada tahun 2030?

 

Tim KompasKarier

 

Referensikan teman kamu