Ingin Nikah? Menabung

Kamis, 3 Agustus 2017 | 00:00 WIB
Ingin Nikah? Menabung

Menjalin hubungan cinta yang kuat bersama pasangan tentunya menumbuhkan rasa kepercayaan yang tinggi. Dasar inilah yang juga menjadikan setiap pasangan siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan.

Namun, sebelum memutuskan untuk menuju pernikahan, sebaiknya coba untuk membuka pembicaraan tentang masalah keuangan antara Anda dan pasangan.

Masalah keuangan mungkin terasa kurang baik dibicarakan di awal, namun tidak ada salahnya jika ini untuk kebaikan Anda berdua, terlebih saat setelah menikah nanti.

Hal ini dapat menyelamatkan Anda dari ketidakcocokan yang mungkin bisa terjadi nanti, jika uang yang menjadi masalahnya. Hindari pertengkaran yang bisa terjadi karena ketidaksamaan akan persepsi mengenai mengatur keuangan.

Berikut ini empat contoh kesalahan keuangan yang dapat mengganggu hubungan asmara Anda dan pasangan, di masa depan:

1. Menyimpan Keburukan Financial dari Pasangan

Jika memiliki masalah dalam keadaan finansial yang tidak diketahui pasangan, sebaiknya mulailah secara terbuka untuk membicarakanya.

Bersikap terbuka malah akan semakin mendekatkan Anda dengan pasangan. Siapa tahu, pasangan Anda juga dapat membantu masalah finansial Anda, untuk kebaikan bersama.

2. Besar Pengeluaran daripada pendapatan

Jika sebelum terjadi pernikahan, keadaan finansial Anda masih lebih besar pengeluaran daripada pendapatan, maka segera perbaiki masalah ini.

Jika Anda berdua memang memiliki tujuan untuk mewujudkan pernikahan impian, maka harus sama-sama mewujudkanya dengan menyapkan keadaan finansial masing-masing. Jika saling mendukung dalam hal keuangan, tentu saja pernikahan impian akan lebih cepat terwujud.

3. Hobi Belanja Yang Tidak Terkontrol

Saat ada diskon di beberapa pusat perbelanjaan, dan ternyata masih saja menggoda Anda untuk belanja, sebaiknya mulai perbaiki kebiasaan ini. Berbelanja secara berlebihan akan mendorong kita menjadi pribadi yang lebih boros.

Belanja yang baik adalah belanja yang sesuai kebutuhan dan sesuai dengan daftar belanja yang dibutuhkan. Menjelang pernikahan, sebaiknya hilangkan kebiasaan boros belanja seperti ini.

4. Investasi Yang Buruk

Investasi memang berpotensi untuk mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena ada beberapa investasi yang kurang bisa dipercaya. Selain itu, faktor minat kita terhadap investasi tersebut juga bisa berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya investasi yang dipilih.

Misalnya, Anda tidak terlalu memahami tentang investasi saham, namun karena cukup banyak orang yang mencoba investasi ini dan terbukti sukses, lantas Anda juga memilih Investasi terkait. Setelah mengalami kegagalan, baru Anda sadar bahwa Investasi ini kurang cocok. Sebaiknya berdiskusi dahulu dengan teman yang memahami Investasi dan pilihlah investasi yang mudah untuk Anda.

5. Perbedaan Prioritas di dalam Anggaran

Bersiap menjalani pernikahan, seharusnya Anda dan pasangan memiliki pandangan yang sama terhadap prioritas dan tujuan dalam hal anggaran dan keuangan. Contoh sederhananya, jika Anda akan melangsungkan pernikahan, pasangan Anda menginginkan pesta yang mewah, sementara Anda ingin yang sederhana saja.

Perbedaan seperti ini harus diselesaikan sebelum masalah menjadi semakin besar, saat telah menikah nanti. Baiknya minta saran pada pasangan atau ahli keuangan yang cukup besar dalam membuat anggaran keuangan.

6. Gali Lubang Tutup Lubang

Istilah digunakan untuk orang yang memiliki utang, lalu dibayar dengan cara berutang kembali. Biasanya terjadi pada masalah utang kartu kredit. Mungkin Anda dan pasangan sedang mengalaminya saat ini, memiliki kebiasaan meminjam uang atau membeli sesuatu secara kredit.

Sebaiknya segera lunasi utang tersebut sebelum menikah, dan berkomitmen untuk tidak melakukan hal yang sama saat telah menikah nanti. Jika masih ada utang, setelah menikah nanti tidak menutup kemungkinan ini akan menjadi utang Anda berdua.

Segala Hal Tentang Keuangan Harus Saling Mengerti

Justru karena keuangan itu sangat bersifat sensitif, sebaiknya ini dibahas sebelum pernikahan. Pastikan Anda dan pasangan saling berkomitmen untuk mengatur keuangan dengan lebih baik, terlebih saat sudah menikah nanti.

Hilangkan kebiasaan buruk yang menyebabkan boros atau berutang saat sebelum menikah, karena efek buruknya akan terbawa hingga setelah menikah nanti. Jadikan Anda dan pasangan saling mengerti masalah keuangan masing-masing.

Jika anda merasa pasangan Anda kurang bisa dipercaya mengelola keuangan, ada baiknya dalam pernikahan membuat perjanjian hukum mengenai tata kelola keuangan. Hal ini menjaga agar kebiasaan buruk pasangan tidak sampai mengganggu keungan pribadi.

 

Tim KompasKarier

Referensikan teman kamu