Semua Bisa Dinego

Selasa, 8 Agustus 2017 | 00:00 WIB
Semua Bisa Dinego

Dalam aktivitas yang kita lakukan sehari-hari secara tidak sadar kita telah mengimplementasikan kegiatan negosiasi terhadap banyak hal. Mulai dari negosiasi dengan anak (balita) agar tidak menangis ketika kita pergi kerja. Tawar-menawar tarif ojek (pangkalan), negosiasi dalam meeting internal/eksternal dikantor, dan lain sebagainya. Kemampuan negosiasi ini sangat variatif kegunaan dan manfaatnya, baik dalam aktivitas negosiasi kesepakatan perdagangan antar perusahaan (business to business), negosiasi business to government, bahkan sampai negosiasi government to government. Mengapa kemampuan negosiasi ini menjadi penting?

 

Banyak permasalahan yang timbul karena kegagalan negosiasi. Hal sederhana yang terjadi di kantor adalah negosiasi dengan atasan untuk meminta kenaikan upah dengan kondisi industri saat itu sedang lesu. Penyebab kegagalan negosiasi yang seringkali kita lupa adalah, mengambil tindakan terlalu cepat sebelum memahami permasalahan yang terjadi. Saya teringat quote Albert Einstein “If i had an hour to solve the problem i’d spend 55 minutes thinking about the problem and 5 minutes thinking about solutions”, jika memiliki satu jam untuk memecahkan masalah, maka 55 menit akan digunakan untuk memikirkan masalah dan 5 menit digunakan untuk memikirkan solusinya. Ini adalah langkah awal yang terpenting sebelum melakukan negosiasi.

 

Langkah kedua adalah mempersiapkan dan merencanakan strategi negosiasi dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, mulai dari win win strategy yang merupakan tujuan utama mencari penyelesaian untuk kemenangan kedua belah pihak yang bernegosiasi, win lose strategy untuk mendapatkan kemenangan mutlak satu pihak, sampai dengan lose lose strategy yang merugikan kedua belah pihak karena tidak tercapai penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak maupun pihak lain tidak ingin adanya kemenangan mutlak pihak lawan.

 

Langkah Ketiga adalah mendefinisikan aturan main selama pelaksanaan negosiasi, untuk dapat dihormati dan dijalankan oleh masing-masing pihak. Selanjutnya adalah inti dari negosiasi, yakni pembahasan dan tawar menawar terhadap masalah yang terjadi, dengan fokus kepada objektif permasalahannya bukan subjektif pada kepantingan orang atau posisi. Setelahnya adalah kesimpulan terhadap hasil negosiasi yang telah dihasilkan untuk dapat diimpelemtasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah diputuskan sebelumnya. Hasil negosiasi yang terbaik yakni ketika kedua belah pihak merasa puas ata kesepakatan yang diambil.

 

Dari kesemua langkah tersebut yang memegang peranan penting dari sukses atau tidaknya suatu negosiasi adalah keterampilan seorang negosiator dalam bernegosiasi. Negosiator yang berhasil melakukan hal tersebut tentu professional networkingnya semakin berkembang, karena hasil yang baik akan mempererat hubungan bisnis antara para pihak yang bertentangan sebelumnya. Perlu kita ketahui bersama bahwa kemampuan negosiasi ini adalah softskill yang dibutuhkan para pebisnis, yang berada pada peringkat sepuluh besar berdasarkan survey World Economic Forum.

 

 

@OkaFitrio

Referensikan teman kamu