Luwes Berpikir, Membuka Banyak Peluang

Selasa, 8 Agustus 2017 | 00:00 WIB
Luwes Berpikir, Membuka Banyak Peluang

Dalam membina sumber daya manusia di perusahaan, mendidik para pelajar di sekolah, ataupun mendidik anak di rumah, hal yang paling sulit untuk dijaga adalah ekspektasi. Ada kalanya pekerja menuntut perbaikan kesejahteraan dan berharap akan dilakukan pada tahun depan, ternyata realitanya pada tahun berjalan industri sedang dalam kondisi menurun.

 

Lain halnya ketika anak didik di sekolah mendapatkan nilai ujian cukup baik dengan ekspektasi melanjutkan ke sekolah negeri idaman,  kenyataannya pada tahun tersebut pola penerimaan bukan hanya didasarkan pada nilai saja namun juga ada sistem zonasi. Ada juga kondisi ketika mendidik anak yang selama ini terbiasa iming-iming hadiah ketika berhasil mendapatkan nilai ujian tertinggi di kelasnya, saat akan ditunjukan kepada orang tuanya untuk klaim hadiah ternyata lembar ujiannya lupa disimpan dimana. Saat anda berada pada posisi subjek yang ekspektasinya tidak terpenuhi, apa yang akan dilakukan?

 

Seringkali kita mendengar nasehat jika satu pintu tertutup akan ada pintu lainnya yang terbuka. Terdengar mudah dikatakan namun sulit dilaksanakan. Kiasan serupa juga pernah saya dengar dari Rifat Sungkar saat menjadi pembicara di kantor, “Kenapa spion mobil dibuat kecil sedangkan kaca depan mobil amat lebar? Karena masa lalu/kendala terdahulu tidak boleh diratapi terlalu lama sedangkan masa depan menanti di depan masih panjang”.

 

Dalam keseharian di dunia kerja seringkali kita melihat adanya pekerja yang tidak puas terhadap kesejahteraan yang telah diberikan Perusahaan (walaupun sudah diatas normatif), alhasil mereka berbondong-bondong menuntut perbaikan kesejahteran agar sesuai dengan apa yang diinginkan. Beberapa pekerja tersebut sudah meninggalkan barisan tidak puas hati dan bekerja lebih produktif. alhasil penilaian kinerja tentu lebih baik dan pemberian bonus yang didasarkan pada pay for performance. Sudah dapat ditebak beberapa pekerja ini mendapatkan lebih baik dari pada orang yang masih konsisten berada di barisan penuntut kesejahteraan lebih.

 

Kejadian lain misalkan anda membangun karier. Ibarat konstruksi sebuah bangunan dengan batu yang tersusun satu sama lain, kenyataannya pasti ada saja orang lain yang tidak suka anda membangun karir begitu baik. Beberapa oknum bahkan berusaha “membobok” batu tersebut. Menghadapi hal ini tentu merupakan bagian dari perngalaman anda untuk berfikir lebih terampil dan kreatif dalam menyikapinya, namun terkadang emosional yang mengendalikan anda sehingga tidak mampu melihat celah yang “dibobok” tersebut sebagai pintu terbuka lainnya. Lalu apa itu Cognitive Flexibility?

 

Menurut Canas 2004, “Cognitive flexibility is the human ability to adapt the cognitive processing strategies to face new and unexpected conditions in the environment. Cognitive Flexibility is an ability which could imply a process of learning, that is, it could be acquired with experience. ....”,  Cognitive flexibility adalah kemampuan seseorang untuk membiasakan strategi proses pengetahuan ke hal baru dan kondisi yang tak diharapkan di lingkungan, ditunjang dengan  kemampuan yang dapat mempengaruhi secara tidak langsung proses pembelajaran dan diperoleh dengan pengalaman.

 

Seseorang yang terlatih Cognitive flexibility akan mampu berfikir pada perspektif yang berbeda, sehingga pada saatnya dapat melakukan restrukturisasi berbagai pengalaman dan kejadian terdahulu untuk memahami permasalahan yang terjadi sehingga dapat mencarikan solusi pemecahannya. Dewasa ini perkembangan teknologi sudah sangat cepat, sehingga mempengaruhi beragam aspek kehidupan terutama dalam hal bisnis perusahaan. Banyak permasalahan baru yang timbul akibat perubahan yang terjadi, namun perlu diingat bahwa perubahan bukan untuk dihindari namun perlu dihadapi.

 

Menghadapi hal seperti ini tentu diperlukan kemampuan cognitive flexibility untuk membantu para pebisnis dan pengambil keputusan strategis. Tidak heran softskill ini yang selama ini jarang terdengar, akan menjadi 10 softskil terpenting yang dibutuhkan sesuai survey Future of Jobs Report World Economic Forum.

 

 

@OkaFitrio

Referensikan teman kamu